Minggu, 01 Mei 2011

Television is Your Partner (?) - oleh : Dr. Iswandi Syahputra. M. Si (27 April 2011)

Pada pertemuan kesembilan mata kuliah Kapita Selekta kali ini, Bapak Iswandi Syahputra sebagai dosen pembicara telah menjelaskan berbagai hal yang berhubungan dengan rating dan acara-acara di televisi yang ada saat ini.

Jika dilihat secara lebih jauh, sebenarnya fungsi televisi bukan hanya sebagai sarana hiburan semata.  Banyak fungsi yang dapat kita peroleh dari televisi, misalnya sebagai sumber informasi, media periklanan, dan beberapa fungsi lainnya. Menurut Wimmer sendiri, televisi mempunyai 4 fungsi, yakni :
1.       Institusi Pendidikan
2.       Institusi Sosial
3.       Institusi Bisnis / Ekonomi
4.       Institusi Budaya
Dari keempat fungsi yang telah disebutkan diatas, fungsi sebagai institusi bisnis / ekonomi lah yang paling mencolok untuk saat ini. Semua acara yang ada di televisi, semua difokuskan untuk kepentingan komersil. Maka tidak heran jika acara-acara masa kini tidak lagi memikirkan mutu dan kualitas acaranya, melainkan hanya mementingkan keperluan rating semata demi mencapai keuntungan yang maksimal.

Seperti 2 sisi mata uang, televisi juga membawa 2 dampak yang sama sekali berbeda bagi kehidupan kita. Televisi bisa membawa dampak yang buruk, dan sebaliknya bisa juga membawa dampak yang positif. Tayangan-tayangan di televisi bisa menjadi kawan sekaligus menjadi lawan.

Tayangan televisi yang ada sekarang ini, mayoritas mengandung 5 unsur, yakni :
1.       SARA
2.       Mistis
3.       Kekerasan
4.       Seks / Pornografi
5.       Sedih
Kelima unsur diatas sangat mendominasi tayangan televisi masa kini yang jauh dari kesan mendidik dan bermoral. Bahkan yang memprihatinkan adalah tayangan anak-anak sudah jarang ditayangkan. Jadi mau tidak mau, anak-anak juga ikut menikmati tayangan orang dewasa.

Namun, hal yang perlu dipertanyakan adalah : “mengapa tayangan-tayangan yang bermutu rendah yang memperoleh rating tinggi sedangkan tayangan yang bermutu tinggi malah kurang diminati?”.

Berikut beberapa contoh tayangan yang bermutu rendah namun meraih rating yang sangat tinggi.


video
Sinetron "Putri yang Ditukar" yang ditayangkan di RCTI. Bermutu rendah namun meraih rating yang tinggi.


video
Tayangan komedi Opera Van Java, ditayangkan di Trans7. Sarat dengan kekerasan, walaupun dengan menggunakan steroform.


video
Tayangan kuis di ANTV yang sarat dengan seks dan pornografi.


video



Sinetron Cinta Fitri yang saat ini sudah menginjak season 7. Jalan ceritanya berlebihan,tidak masuk akal, dan penuh dengan derai air mata.


Berbeda dengan tayangan-tayangan diatas, tayangan-tayangan berikut merupakan tayangan yang berkualitas tinggi namun meraih rating yang sangat rendah.

video
BOLANG (Bocah Petualang) sebenarnya merupakan acara yang dapat memperluasan wawasan anak-anak, namun sayangnya kurang diminati.





video
Jejak Petualang juga merupakan program berkualitas yang dapat menambah wawasan menganai budaya dan sebagainya.


video
Kick Andy, tayangan yang dapat memberikan banyak inspirasi dan pelajaran hidup yang meraih rating rendah.





Sungguh memprihatinkan tayangan televisi sekarang ini. Bukannya membawa dampak yang positif, dampak negative malah lebih cenderung diberikan oleh tayangan masa kini. Sangat disayangkan, kemajuan teknologi yang sudah ada tidak didukung ole hide-ide kreatif yang berkualitas, yang dapat memberikan manfaat yang positif bagi rakyat Indonesia. Terlebih lagi, tayangan-tayangan yang bermutu rendah ini tidak disertai oleh pengembangan pengetahuan, pendidikan, dan moral pemirsanya. Sehingga penonton yang tidak memiliki banyak wawasan akan mudah terpengaruh bila melihat adegan-adegan yang sebenarnya tidak baik dan tidak layak untuk ditiru.

Sebagai insane pertelevisian, hendaknya mereka lebih bijaksana dalam merakit dan merancang program-program yang akan ditayangkan. Seharusnya nilai-nilai moral dan nilai-nilai yang mendidik lebih diutamakan, bukan hanya mengutamakan kepentingan komersil semata. Berpikirlah lebih jauh, akan jadi apa penerus bangsa ini jika tayangan-tayangan yang seharusnya menjadi panutan malah digunakan sebagai sarana komersil.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
I'm either doing the best or doing nothing and i don't give a shit about others thing.. Facebook : Chiput Handayani Twitter : @chiputriHG http://chapchipchupchop.tumblr.com/ http://weheartit.com/chiputriHG